Wanita Wajib Tahu! Inilah Penyebab Bibir Kemaluan Bentol dan Gatal

Wanita Wajib Tahu! Inilah Penyebab Bibir Kemaluan Bentol dan Gatal

Rasa gatal dan bentol seringkali dirasakan oleh wanita pada area vagina, salah satunya pada vulva atau bibir kemaluan. Bibir kemaluan bentol dan gatal dapat terjadi karena beberapa hal, seeprti reaksi alergi terhadap deterjen maupun penggunaan sabun khusus kewanitaan.

Lalu, apa saja penyebab bibir kemaluan bentol dan gatal? Berikut ulasannya.

Penyebab Bibir Kemaluan Bentol Dan Gatal

Berikut adalah beberapa penyebab bibir kemaluan bentol dan gatal yang harus kamu ketahui:

  • Folikulitis

Mungkin kamu pernah merasakan bibir kemaluan gatal dan bentol setelah melakukan Brazilian waxing atau mencukur rambut kemaluan. Jika iya, mungkin telah terjadi folikulitis. Kondisi ini terjadi ketika terdapat folikel rambut kemaluan yang terinfeksi atau mengalami inflamasi. Kondisi ini disebut juga razor burn.

Benojolan pada folikulitis sekilas akan tampak seperti fungal acne. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala seperti nyeri, pembengkakan hingga munculnya nanah.

Folikulitis pada vulva ini akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu perawatan. Namun, penyembuhannya dapat dibantu dengan mengompresnya dengan es batu, mengoleskan krim hidrokortison dan mengenakan pakaian dalam yang dapat menyerap keringat.

  • Perubahan hormonal

Penyebab bibir kemaluan bentol dan gatal selanjutnya adalah perubahan hormonal. Perempuan dapat mengalami perubahan hormonal secara drastis, misalnya ketika sedang menstruasi, saat hamil dan menyusui.

Kondisi medis seperti PCOS juga dapat menyebabkan hormonal menjadi fluktuatif. Selain itu, menopause juga dapat mengakibatkan perubahan hormonal dan mempengaruhi sensitivitas vulva atau bibir kemaluan.

Misalnya, ketika hormon estrogen menurun secara drastic, kulit vulva menjadi lebih kering dan tidak elastis. Yang berarti kemungkinan terjadi iritasi pun meningkat.

Untuk mengatasi kondisi ini, dapat menggunakan lubrikan untuk membuat vagina lembap. Selain itu, kamu dapat mengaplikasikan lubrikan dengan bahan dasar air atau silicon sebelum aktivitas seks. 

  • Dermatitis kontak

Dermatitis kontak dapat terjadi ketika terdapat substansi yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Seperti dari deterjen, residu zat kimia pada pakaian baru, pewangi pada pembalut, produk lubrikan dan kondom.

Reaksi akibat dermatitis kontak dapat muncul secara langsung setelah terjadi kontak dan akan mereda beberapa hari setelahnya. Gejla lain yang mungkin muncul adalah sensasi terbakar, ruam, gatal dan bengkak.

Setelah mengetahui penyebabnya, hilangkan pemicunya. Kemudian basuh vulva dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan penyebabnya. Kamu juga dapat menggunakan obat antihistamin untuk meredakan gejala yang muncul.

  • Infeksi jamur

Penyebab selanjutnya adalah infeksi jamur. Jenis jamur yang sering menginfeksi area vagina adalah Candida. Gejala lain yang mungkin menyertai yaitu rasa nyeri saat berhubungan seks, gatal, bengkak, ruam, hingga keluar cairan putih kental.

Infeksi jamur sebagian besar dapat diatasi dengan dengan menggunakan obat anti jamur selama 1-7 hari. Selain itu, jangan melakukan aktivitas seksual hingga infeksi jamur sembuh.

  • Infeksi bakteri

Bacterial vaginosis merupakan infeksi bakteri yang terjadi pada vagina. Hal ini dapat terjadi ketika bakteri berkembang biak secara tidak terkendali hingga membuat vulva tidak seimbang.

Infeksi bakteri umumnya menyerang wanita usia 15-44 tahun. Gejala ini dapat disertai dengan keluarnya cairan dengan warna dan aroma yang tidak normal dan sensasi terbakar pada vagina.

Untuk mengatasi kondisi ini, dokter akan meresepkan antibiotik. Habiskan antibiotik sesuai dengan resep dokter. Kemudian pastikan untuk tidak melakukan aktivitas seksual hingga sembuh.

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi autoimun yang dapat menyebabkan akumulasi sel kulit dengan cepat. Jika terjadi pada vulva, kondisi ini disebut genital psoriasis. Gejala yang muncul adalah ruam kemerahan namun tidak menyebabkan kulit pecah-pecah seperti pada psoriasis di bagian tubuh lain.

Dokter akan meresepkan krim steroid untuk mengurangi rasa tak nyaman dan gatal. Selain itu, penyembuhannya dapat dengan menggunakan sinar ultraviolet khusus.

  • Lichen planus

Kondisi ini merupakan inflamasi yang dapat terjadi pada vulva dan vagina. Gejala yang muncul biasanya disertai gatal, ruam berwarna putih, benjolan keunguan, luka terbuka dan nyeri ketika berhubungan seks.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengompresnya dengan es batu untuk meredakan rasa nyeri yang muncul. Selain itu, penggunaan krim hidrokortison dan obat antihistamin dapat dilakukan untuk mengurangi inflamasi.

Itulah beberapa penyebab bibir kemaluan bentol dan gatal. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, hak yang perlu kamu lakukan adalah dengan menjaga kebersihan vagina dan menjaganya supaya tetap kering. Selain itu, penggunaan pakaian yang tepat juga dapat mencegah bentol dan gatal pada kemaluan.

Leave a Reply